Rabu, 06 Juni 2012

Predatel’stvo


Inikah akhir cerita cinta…???

Lirik lagu itu tiba-tiba mengganggu suasana kerja Nisa hari itu….
Sebuah tulisan di jejaring social membuat otaknya dipenuhi berbagai pertanyaan dan kemungkinan yang akan terjadi nanti….

Anisa tidak fokus dengan setumpuk kertas yang mengganggu pemandangan ruang kerja saat itu. Dia hanya berfikir bagaimana cara untuk membahagiakan dirinya dan orang yang telah membuatnya sakit. Yaa,, orang yang telah mebuatnya sakit. Nisa tidak sampai hati membiarnya Pria yang dicintainya merasakan apa yang ia rasakan. Cukup dirinya saja yang merasakan sakit yang teramat sangat itu.

Sejenak nisa terdiam, merenungi dan meratapi kepedihan hidup yang ia alami pagi itu.
Apakah sakit yang ia rasakan tepat setahun yang lalu akan terulang??? Apakah orang yang ia cintai akan pergi bersama wanita lain??? Lalu kapan pria yang ia nantikan kan membahagiakannya selamanya??? Kapan pangeran yang tak berkuda kan mengajaknya menempuh hidup baru??? Kapan dia terbebas dari penghianatan cinta???

Berbagai bertanyaan silih berganti ingin mendapat jawaban yang pasti dari Nisa. Ingin rasanya ia menagis menumpahkan segala yang ia rasa, tapi apa daya.. dia sementara berada di tempat kerja. Menangis adalah hal yang tak mungkin di lakukan. 

Seluruh tubuh Nisa terasa bergetar, ingin rasanya ia teriak.. tapi itu lebih tidak mungkin lagi…
Tuhan, apa sebenarnya yang Kau rencanakan untukku?? Dosa apa yang telah ku perbuat hingga ku harus menanggung beribu kali penghianatan? Atau aku hanya dijadikan sebagai tempat tempat pelariannya? Tempat bersandar jika tidak bersama wanita itu?

Nisa pasrah, ia berusaha tegar…..
dengan harapan pangeran itu akan tetap menjadi pendamping hidupnya, yang menjaga hatinya sepanjang hanyat....

tapi itu hanyalah harapan seorang wanita yang berdosa,, 

Sakit mungkin ia,, tapi Nisa yakin bahwa masih ada orang lain yang mengalami hal yang kebih parah dari yang ia alami… Masih ada orang lain yang lebih menderita dari dia.. Tapi Nisa harus tetap kuat, harus tetap hidup dengan bekar ketegaran hati. Karena Nisa yakin, apapun yang terjadi, semuanya telah menjadi Skenario Sang Pencipta….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar