Lirik lagu itu tiba-tiba mengganggu suasana kerja Nisa hari
itu….
Sebuah tulisan di jejaring social membuat otaknya dipenuhi
berbagai pertanyaan dan kemungkinan yang akan terjadi nanti….
Anisa tidak fokus dengan setumpuk kertas yang mengganggu
pemandangan ruang kerja saat itu. Dia hanya berfikir bagaimana cara untuk
membahagiakan dirinya dan orang yang telah membuatnya sakit. Yaa,, orang yang
telah mebuatnya sakit. Nisa tidak sampai hati membiarnya Pria yang dicintainya
merasakan apa yang ia rasakan. Cukup dirinya saja yang merasakan sakit yang
teramat sangat itu.
Sejenak nisa terdiam, merenungi dan meratapi kepedihan hidup
yang ia alami pagi itu.
Apakah sakit yang ia rasakan tepat setahun yang lalu akan
terulang??? Apakah orang yang ia cintai akan pergi bersama wanita lain??? Lalu kapan
pria yang ia nantikan kan membahagiakannya selamanya??? Kapan pangeran yang tak
berkuda kan mengajaknya menempuh hidup baru??? Kapan dia terbebas dari penghianatan
cinta???
Berbagai bertanyaan silih berganti ingin mendapat jawaban
yang pasti dari Nisa. Ingin rasanya ia menagis menumpahkan segala yang ia rasa,
tapi apa daya.. dia sementara berada di tempat kerja. Menangis adalah hal yang
tak mungkin di lakukan.
Seluruh tubuh Nisa terasa bergetar, ingin rasanya ia
teriak.. tapi itu lebih tidak mungkin lagi…
Tuhan, apa sebenarnya yang Kau rencanakan untukku?? Dosa apa
yang telah ku perbuat hingga ku harus menanggung beribu kali penghianatan? Atau
aku hanya dijadikan sebagai tempat tempat pelariannya? Tempat bersandar jika
tidak bersama wanita itu?
Nisa pasrah, ia berusaha tegar…..
dengan harapan pangeran itu akan tetap menjadi pendamping hidupnya, yang menjaga hatinya sepanjang hanyat....
tapi itu hanyalah harapan seorang wanita yang berdosa,,
Sakit mungkin ia,, tapi Nisa yakin bahwa masih ada orang
lain yang mengalami hal yang kebih parah dari yang ia alami… Masih ada orang
lain yang lebih menderita dari dia.. Tapi Nisa harus tetap kuat, harus tetap
hidup dengan bekar ketegaran hati. Karena Nisa yakin, apapun yang terjadi,
semuanya telah menjadi Skenario Sang Pencipta….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar