Malam itu terasa ada yang mengganjal di hati dan pikiran Mawar, tapi entah….
Entah apa yang mengganjal itu.
Tiba-tiba dia teringat seseorang yang jauh di sana yang
sangat dia cintai dan ingin ia miliki selamanya.
Yaa,, kekasihnya…
Dia tahu bahwa orang yang ia cintai kini bersama orang lain
yang juga mencintai dan ingin memiliki pria itu…
Mawar ingin menghubungi pangerannya itu, tapi ia tak ingin
sakit jika mendapat omelan karna mengganggu saat liburan di kampung halamannya,
tapi Mawar juga ingin tahu kabar pangerannya itu..
Secara bergantian Mawar membuka HP samsung dan bb yang ada
di tangannya. Tapi hanya sekedar menulis pesan lalu mengabaikannya..
Pesan terakhir pangerannya itu kembali teringat, bahwa dia
tidak ingin liburannya di ganggu..
Mawar mencoba menepis rasa rindu yang ada… tapi tidak bisa…
Mawar larut dalam lamunannya… hingga hp samsung dengan
akhiran 999 itu akhirnya berdering. 1 pesan di terima. Mawar sudah
memprediksikan siapa yang mengirim pesan itu. Tapi sayang, prediksi mawar
meleset. Yang mengirim pesan itu adalah rival-nya yang saat ini sedang bersama
pangerannya.
Gejolak yang ada di hati Mawar saat itu berubah menjadi
amarah. Darahnya terasa mendidih. Namun apa daya, mawar berada jauh dari
mereka. Pesan itu tidak lain memberitahukan bahwa rivalnya itu sedang bersama
sang pangeran. Hati mawar hancur, karna ternyata pangeran yang sangat ia cintai
itu telah membohonginya. Ternyata mereka sedang berdua.
Mawar tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya dapat meratapi
nasib dan menyerahkan semuanya pada yang kuasa. Mawar baru menyadari bahwa dia belum
bercerita tentang apa yang terjadi hari itu pada sang pencipta. Dan tanpa
menunggu lama, mawar langsung mendirikan solat isya, ia bercerita semua dengan
penuh harapan bahwa semua akan terasa indah pada waktunya……..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar